Awas Jangan Beli Ponsel Black Market! Inilah Daftar Kerugian Pakai Ponsel BM

Baru-baru ini terdengar kabar dari Kementerian Kominfo dan Kementerian Perindustrian yang sedang gencar-gencarnya membasmi peredaran ponsel Black Market (BM) yang ada di Indonesia. Salah satu upayanya dengan melakukan identifikasi IMEI dengan MSISDN. IMEI (International Mobile Station Equipment Identity) merupakan kode unik yang biasanya tertanam pada setiap perangkat.


Dilansir dari Kompas (27/01) Sementara MSISDN (Mobile Subscriber ISDN) merupakan nomor unik sebagai identitas pelanggan di jaringan GSM atau UMTS. Dan sekarang Pertanyaannya adalah, apa dampak dan kerugian bagi konsumen jika nekat beli ponsel BM?


1. Pemblokiran

Seperti dalam wacana dari kominfo. Peredaran barang BM bisa terdeteksi dari penggunaan verifikasi IMEI dan MSISDN. Jadi, walaupun barangnya sudah ada di tangan kita. Maka kominfo dapat memblokir. Jadi kita rugi sendiri

2. Banyak Barang Replikanya
Saat ini sudah banyak oknum yang menjua BM tetapi baranya replika. Bisa juga barang yang dijual tadi merupakan barang rekondisi atau barang rusak yang sudah diperbaiki lagi oleh teknisi. Sangat beresiko sekali kan beli ponsel BM


3. Tidak Bisa Mengklaim Garansi

Namanya sajau juga ponsel Black Market, pastinya konsumen mau tidak mau harus tanggung akibatnya jika beli ponsel BM, karena tidak bisa mendapatkan garansi resmi. Cuma bisa klaimgaransi dari sang penjual itupun kalau beruntung, dan taidak lama cuma seminggu sampai sebulan. 


4. Resiko Kerusakan Semakin Tinggi

Ponsel BM memang banyak uji nyalinya karena kondisi barang tidak dapat diprediksi. Memang tidak menutup kemungkinan ponsel yang nantinya kita beli tersebut akan rusak, seperti rusak karena proses distribusi pengirimannya atau karena ada sesuatu hal lainnya.


Itulah beberapa resiko yang bisa diterima oleh pembeli ponsel Black Market.Memang tidak salah pemerintah menekan beredranya ponsel BM, selain untuk kepentingan pemerintah tentunya juga untuk kepuasan para konsumen.

Baca Juga Nih

Komentar