Penjelasan Tentang Perangkat Android Yang Support Seamless Updates

Pada saat Android Nougat dirilis, Banyak yang membicarakan tentang semua jenis fitur terbaru yang diusungnya. Memang update terbaru ini mempunyai Tampilan yang sudah diperbarui dengan disematkanya kemampuan multiwindow yang sudah lama ditunggu-tunggu dan juga sudah support Vulkan Graphics API.

Tapi ada satu tambahan yang belum banyak diketahui oelh para penggunanya yaitu Android Nougat saat ini sudah memperkenalkan "Seamless Updates" pada perangkat yang ternyata sudah mendukung partisi A/B.

Dan perlu untuk diketahui bahwa sebagian besar perangkat Android yang ada saat ini(tidak termasuk Google Pixel dan Google Pixel XL baru) tidak dibekali fitur partisi A/B ketika itu dan dengan ini sudah dipastikan tidak dapat memanfaatkan Seamless Updates

Fitur dasar dari dari adanya partisi A/B ini adalah perangkat yang nantinya akan memiliki set dengan dua sistem, boot, vendor, serta  partisi penting lainnya, dan Pada saat kamu akan mendapatkan pembaruan OTA, pembaruan tersebut nantinya terjadi pada backround system sementara kumpulan partisi kedua akan di patch dan memungkinkan bagi pengguna dapat melakukan reboot ke Software Seamless tadi.

Apabila saat Update gagal, maka system akan kembali dan tidak akan merusak system yang sebelumnya.Seamless update terbaru ini ternyata sudah support dengan persyaratan bagi perangkat Android yang baru apa pun, tidak seperti Project Treble.

Oleh sebab itu, sebagian besar dari perangkat Android baru juga ada yang tidak memiliki fitur tersebut. Disini ada beberapa daftar semua perangkat yang sudah didukung dengan fitur ini.Perlu untuk diingat bahwa partisi A / B membawa banyak sekali manfaat bagi pengguna biasa dan yang pro.

Tetapi, fitur tersebut juga mempunyai sedikit reputasi buruk pada komunitas penggemar android karena dianggap nantinya dapat membuat Android Developer dan Flashing custom ROM jadi lebih sulit tidak seperti biasanya.Disini saya akan menjelaskan bagaimana partisi A / B mampu memengaruhi Custom Development.


Partisi Di Perangkat Android

Partisi merupakan tempat penyimpanan internal dimana data disimpan dalam memori ponsel bawaan yang didalamnya terdapat sistem operasi yang penting.Akan tetapi Jenis data apa yang disimpan di setiap partisi tergantung dari perangkat keras, sistem operasi, dan banyak faktor lainnya.

Bootloader juga termasuk dalam partisi tersebut,Dan juga sistem (Android OS) juga memiliki satu, data pengguna akan memiliki satu ... dan masih banyak lagi.Apabila kita mendengar partisi sistem tentunya sudah tidak asing dengan "/ sistem" dan "/ cache", Itu semua mengacu pada nama yang diberikan untuk partisi tersebut.

Contohnya OnePlus 6,, memiliki 72 partisi. Kedengarannya memang banyak, tetapi OnePlus 6 merupakan salah satu perangkat yang sudah mendukung update seamless tanpa batas yang berarti banyak dari partisi ini hanyalah melakukan duplikat satu sama lain.

Banyak dari partisi ini juga tidak pernah dimodifikasi pada saat melakukan flash custom ROM, kernel, recovery, atau modifikasi seperti dengan Magisk atau Xposed. Banyak dari partisi ini juga tidak dapat digunakan dan tidak diotak-atik karena dianggap terlalu berbahaya Kecuali kalian paham betul tentang hal tersebut (Misalnya XLOADER dan OEMINFO pada perangkat Huawei / Honor)

Dan sebagian besar pengguna Android, saat melakukan partisi di sistem, boot, recovery, userdata, dan vendor yang lebih baru dan vbmeta. Berikut ini terdapat penjelasan singkat tentang tujuan pada setiap partisi:


  • System - Merupakan peranan penting dalam memegang kendali OS Android,sistem Libraries, aplikasi sistem, dan media sistem lainnya seperti misalnya boot animations, Koleksi wallpaper , nada dering, dll. ]
  • Boot - Tempat untuk menyimpan kernel, ramdisk, dan pada perangkat A / B juga ada recovery
  • Recovery - tempat menyimpan pemulihan system (recovery sistem), di mana recovery sering memakai TWRP Yang biasanya pada ponsel dengan partisi A-saja (Ponsel yang mempunyai fiturr partisi A / B tidak memiliki partisi custom recovery ) 
  • userdata - Tempat untuk menampung semua aplikasi, sistem, dan data penyimpanan memori internal pada ponsel 
  • vendor - Merupakan sebuah platform dan HALs perangkat khusus, Serta file yang diperlukan untuk OS Android yang digunakan untuk berkomunikasi dengan Hardware yang mendasarinya 
  • vbmeta - partisi untuk Android Verified Boot 2.0 yang dapat memverifikasi integritas ketika proses booting.

Perangkat OEM dapat merubah skema partisi perangkat.Misalnya perangkat Huawei mampu membagi partisi boot ke ramdisk_recovery dan kernel. Ada juga banyak partisi tambahan lainya yang bisa berisi aplikasi sistem lain seperti cust, product, dan oem, Partisi ini  aman untuk kita modifikasi pada umumny.Jadi bagaimana partisi A / B bekerja?


Skema Cara Kerja Partisi A/B Pada Android

Bagaimana cara kerja Update  Pada Berangkat dengan fitur Seamless Updates.

Berikut ini ada gambar sederhana tentang cara kerja partisi A/B pada sistem android terbaru.Bagaiman update dapat ditangani dengan perangkat ang support partisi A/B.Partisi yang akan diilustrasikan adalah partisi sistem, walaupun partisi lain seperti boot dan vendor juga dapat update dengan pembaruan OTA yang sudah diberikan dari OEM. Proses pembaruan ini juga terjadi dengan tidak hanya melakukan pembaruan pada versi Android utama saja,Akan tetapi juga pembaruan patch keamanan pada perangkat itu sendiri.



  1. Kita akan memulai dengan dua partisi, System_a dan System_b, keduanya dalam keadaan versi android yang sama
  2. Dengan asumsi sistem_a aktif, dan update OTA akan melakukan Patch ke system_b, partisi menjadi tidak aktif, di background sistem
  3. System_a di set menjadi tidak aktif dan system_b menjadi aktifk saat pengguna melakukan restart/reboot
  4. Partisi sekarang tidak aktif, System_a akan diperbarui saat melakukan update OTA dan berikutnya akan muncul.

Apa Keuntungan Melakukan Proses Updates?


  1. Apabila update gagal, Maka sistem di ponsel akan melakukan roll back kembali ke slot lainya
  2. Data kita tidak hilang dan  disimpan meskipun telah di update karena ada satu partisi (userdata) yang menyimpan data kita
  3. Apabila partisi kita penuh,Maka update dapat di download dan dialihkan ke slot yang tidak aktif.Ini merupakan fitur yang sangat efisien dan penting bagi kalian yang tidak ingin membuang-buang ruang penyimpanan sementara ketika melakukan update.Itu sebabnya tidak ada partisi di cache pada perangkat A/B karens sudah tak di perlukan lagi.


Apa Dampak Dari Skema Partisi A/B pada Penyimpanan Perangkat kita


Google telah menyatakan jika perangkat dengan fitur yang support seamless updates cuma turun sekitar beberapa ratus Megabita karena mampu menghapus partisi / cache dan / recovery. Menghapus pada kedua bagian itu, merupakan penambahan set partisi yang kedua. 

Dan sekali lagi Menurut Google, gambar pada sistem A / B Pixel merupakan setengah ukuran saja dari gambar sistem A-saja. Sebagian besar dari penggunaan media penyimpanan dan juga tambahan sebenarnya cuma berasal dari penambahan partisi vendor kedua. 

Hal Ini memang sangat masuk masuk akal karena partisi vendor cuma menyimpan semua binari proprietary yang akan dipakai oleh OEM (bagian dari Project Treble), jadi hal ini sangat bermanfaat untuk ruang pemakaian yang sedikit . 

Meskipun Google sendiri juga tidak menyarankan memiliki partisi A / B pada perangkat dengan kapasitas memori 4GB (karena hampir 10% dari total penyimpanan yang tersedia), Google merekomendasikannya pada perangkat yang memiliki internal 8GB atau yang lebih tinggi.


Berikut ini adalah rincian ruang penyimpanan yang digunakan google pixel dengan pakai partisi A/B dan Tanpa Partisi A/B


Apa Yang Terjadi Pada Partisi Recovery?

Pada dasarnya sistem kernel linux android dapat mengenali dan memakai hardware dengan benar pada smartphone.Pada perangkat Android yang mempunya partisi A-saja, Kalian biasanya akan mempunyai dua versi kernel: Salah satunya sudah ada didalam partisi recovery dan yang lainya ada di partisi boot.

Sedangkan Pada smartphone yang mempunyai fitur partisi A / B yang Seamless Update dengan, partisi recovery yang ada di pada boot image bersamaan dengan kernel. Fungsi utama dari recovery sendiri adalah dapat menginstal pembaruan/updates, tetapi karena hal ini dapat ditangani oleh sistem itu sendiri (update_engine) pada saat Android akan dinyalakan, partisi recovery khusus sudah tak diperlukan lagi.

Dan pada saat melakukan pengistalan custom recovery pada samrtphone dengan fitur partisi A / B, Maak kita harus memodifikasi partisi boot dan mengganti stok recovery terlebih dahulu.Karena hal Inilah mengapa menginstal TWRP kita perlu menggunakan perintah fastboot agar dapat mem-boot image boot khusus terlebih dahulu lalu kemudian kita baru bisa melakukan flash skrip untuk instalasi recovery TWRP, Sebab fastboot tidak dapat melakukan patch pada partisi - cuma mem-flash seluruhnya saja.

Dan jika dilihat Secara teknis kita dapat mem-patch boot image yang ada dengan memakai recovery TWRP lalu kemudian baru bisa  mem-flash-nya lewat fastboot, tetapi hal ini tentunya jauh lebih merepotkan dari pada perangkat versi lama.

Skrip installer TWRP juga dapat melakukan patch dengan baik pada partisi boot_a dan boot_b untuk melakukan penginstalan TWRP. Fakta menarik terbaru: Android update_engine yang dapat menangani Seamless Updates lewat Chrome OS. Baru-baru ini ada string atau script yang berisi "Chrome OS" yang sudah dihapus dari log update_engine agar dapat  menghindari kebingungan bagi penggunannya saat cek logcat.



Cara Cek Smartphone Android Support Seamless Updates Atau Tidak?

Ini dia Daftar Perangkat Android Yang Support Seamless Updates.Atau Kalian Bisa Cek Android Support Seamless Update.




Bagaimana Seamless Updates Dapat mempengaruhi Custom Development?


Persepsi Dari Pengguna Partisi A/B

Adanya fitur partisi A/B memang dianggap penghalang ketika akan melakukan custom software development bagi kebanyakan penggunanya.Namun disisi lain dengan adanya fitur Partisi A/B harga menjadi turun.Perlu untuk kita ketahui bahwa Setelah semua, perangkat Google Pixel merupakan yang pertama kali support dengan Seamless Updates dari pada  dengan smartphone Nexus yang relatif jauh lebih mahal.Tidak cuma itu saja.


Selain itu, adanya pemahaman yang kurang tentang bagaimana cara kerja partisi A / B yang dapat merubah cara pengguna perlu untuk menginstal custom ROM , kernel, recovery, dan modifikasi menyebabkan fitur partisi A / B menjadi tidak populer. Dengan Recovery yang sekarang yang ada di dalam image boot, ketika akan melakukan modifikasi flash memiliki urutan yang salah seperti Magisk atau Xposed yang dapat menyebabkan sistem menjadi konflik dan dapat menyebabkan hp menjadi bootloop.

Beberapa tahapan dan urutan apa yang kita gunakan untuk memasang mod ini bisa  menjadi penting, karena tidak perlu lagi khawatir tentang slot mana yang akan kita gunakan. Namun sebagian besar ROM tidak melakukan flashing pada ke kedua slot. Dan kita juga tidak perlu khawatir tentang hal itu karena jika akan update ROM tidak perlu lagi melakukan Swap slot secara manual.


Bagaimana Cara Update Perangkat Yang Memiliki Fitur Partisi A/B Dan Custom Recovery, Kernel Atau MOD Lain?


Custom ROM

Jika ingin Flashing Updates Pada perangkat dengan ROM custom maka pengguna harus extra waspada saat memilih slot mana yang akan di flashing.Alangkah baiknya memakai TWRP yang memang benar-benar dapat menangani banyak hal ketika proses flashing dan dapat melakukan secara default pada slot tidak aktif untuk mem-flash ROM.

Apabila slot aktif kalian adalah A dan kalian mem-flash Custom ROM , Maka kalian sebenarnya mem-flash pada slot B. Pada saat perangkat reboot, slot aktif menjadi ke B. Developer juga dapat memodifikasi skrip instalasi ketika akan melakukan flash ke kedua slot untuk membuatnya lebih mudah para pengguna nantinya. Walaupun saat ini kebanyakan skrip instalasi custom ROM cuma melakukan flash ke satu slot saja. Terakhir, custom ROM dapat diterapkan pada updater A / B pada ROM yang diinginkan sehingga para pengguna tidak perlu melakukanya secara manual.


Stock ROMs

Rom stock menjadi bahan modifikasi memang sudah hal yang wajar.Namun bisa jadi kalian tidak tahu langkah yang tepat saat menginstal update. Misalnya Di OnePlus 6, Kalian tidak bisa melakukan flash OTA tambahan pada perangkat yang sudah dimodifikasi karena OTA tambahan akan mencoba melakukan patch image boot yang akan dimodifikasi.

Jadi, Kemungkina HP kita menjadi bootloop, Maka dari itulah mengapa kalian harus mem-flash pembaruan ROM secara lengkap untuk sepenuhnya untuk menggantikan image boot yang dimodifikasi. Berikut ini adalah beberapa langkah-langkah yang sangat umum yang dapat kita gunakan saat infin menginstal Updates OxygenOS pada OnePlus 6 dan masih memakai TWRP, Magisk, dan beberapa opsional custom kernel.



  1. Downlod zip ROM secara lengkap dan yang paling terbaru 
  2. Flash zip ROM lengkap pada Recovery 
  3. (Opsional) Flash custom Kernel
  4. Penginstal TWRP Flash 
  5. Reboot langsung dan kembali ke recovery
  6. Flash Magisk



Dan  pada perangkat Google Pixel, Pengguna dapat melakukan Flash Factory Image tanpa melakukan wipping data (tanpa hapus data), lalu booting TWRP, Dan Menginstall TWRP lewat skrip instalasi.Dan menginstal Magisk


Mengekstrak Update Untuk Memflash Partisi Image Secara Inividual


Untuk melakukan update Pada perangkat A/B sedikit berbeda dari pada perangkat yang mempunyai partisi A saja.Perangkat dengan fitur baru ini tidak hanya berupa file zip yang berisi banyak image (tidak termasuk factory image Google dan Razer), sebagai gantinya, akan dibentuk pada file payload.bin

 Maka para pengguna yang ingin melakukan update harus bisa mengekstrak file ini dan melakukan flashing pada setiap bagian secara manual, tetapi menggunakan tools khusus untuk melakukannya. Jika kalian tertarik untuk mempelajari cara melakukannya pada OnePlus 6, Xiaomi Mi A1, dan beberapa perangkat yang mempunayi partisi A / B lainnya bisa ikuti langkah dibawah:


Cara Setting Dan Ekstrak Payload.bin pada android A/B


  1. Pastikan terlebih dulu komputer sudah terinstall Python 3.6
  2. Lalu kemudian kamu download payload_dumper.py dan update_metadata_pb2.py di sini
  3. lalu Ekstrak zip OTA dan letakkan payload.bin pada folder yang sama dengan file-file ini. 
  4. Lalu Buka PowerShell, Command Prompt, atau Terminal tergantung pada OS komputer yang dipakai. 
  5. Lalu Masukkan perintah berikut: 
  6. python -m pip install protobuf 
  7. Setelah selesai, lalu masukkan lagi perintah ini: 
  8. python payload_dumper.py payload.bin 
  9. Perintah ini akan melakukan ekstrak image pada file payload.bin kedalam folder saat ini yang  kalian berada saat ini. 

Kalian dapat melakukan flash pada setiap file gambar secara terpisah dengan melalui fastboot jika kamu menginginkannya. Lalu di bawah ini menunjukkan cara melakukannya.


Cara mengguanakan Fastboot Untuk Flashing File Images pada Perangkat Yang Support Seamless updates


Ada beberapa perintah yang penting untuk perangkat smartphone yang mempunyai fitur A/B yang dapat merubah slot yang aktif dan flashing ke slot tertentu.Apabila Kalian mempunyai  perangkat yang kompatibel dengan Project Treble dan ingin belajar Cara Melakukan flashing Generic System Images, kalian juga harus sudah terbiasa dengan beberapa perintah-perintah berikut ini. Lihatlah pada perintah di bawah ini.



  • Cek Slot Aktif Saat Ini - fastboot getvar all | grep “current-slot” (Apabila kalian memakai Windows, peritah grep tidak dapat di gunakan)
  • Menetapkan Slot Lain Yang Akan Di aktifkan - fastboot set_active other
  • Mensetting Slot yang ditentukan untuk aktif - fastboot set_active $ atau bisa menggunakan perintah fastboot –set-active=_$slot  (Dimana $ adalah a atau b)
  • Flash image file pada partisi yang ditentukan di slot saat ini - fastboot flash partition partition.img
  • Flash image file ke partisi yang ditentukan pada slot yang akan kita tentukan - fastboot flash partition_a partition.img (Jika partisi a) fastboot flash partition_b partition.img (jika partisi b)


Catatan: Pada perangkat  dengan fitur partisi A / B, kalian bisa menentukan sendiri partisi di slot tertentu untuk mem-flash atau kamu bisa meninggalkan akhiran slot dan itu saat flashing ke slot yang aktif saat ini. Misalnya, kamu ingin  dapat mengganti "partition" dalam perintah flash dengan "system", "system_a", atau "system_b."




Sebuah Kata Tentang Project Treble Dan Seamless Updates



Kesalah pahaman yang sudah umum jika perangkat yang sudah support dengan Project Treble dan Support partisi A / B sudah terkait satu sama lain,Akan tetapi itu berbeda satu sama lain. Seperti pada Motorola Moto Z2 Force perangkat tersebut sudah mempunyai skema partisi A / B tetapi tidak didukung atau tidak support Treble. Dan hal tersebut berbeda dengan Honor 9 Lite yang sudah mendukung Project Treble, tetapi cuma mempunyai partisi A-saja/ tidak support Seamless Updates (Partisi A/B).




Pertanyaan Umum Yang Sering Di Tanyakan dari Fitur Baru Dari System Android Seamless Updates Atau Partition A/B Dan Project Treble



  • Apa manfaat ponsel yang support partisi A/B
Partisi A / B dapat memperbarui smartphone Android kalian saat menggunakannya, cukup melakukan reboot ketika kalian ingin pindah boot ke versi baru. Hal ini juga sangat berfungsi sebagai perlindungan terhadap Brick system jika saat melakukan update yang salah maka akan kembali sebelum melakukan install


  • Bagaimana partisi A / B mempengaruhi mod seperti custom kernel , Magisk, atau Xposed? 
Kamu harus lebih berhati-hati saat menginstalnya, tetapi hingga detik  ini tidak ada masalah. Magisk memang secara resmi sudah support untuk perangkat dengan Seamless Updates dan selama kamu mem-flash hal-hal dalam urutan yang benar tanpa melewatkan perintah-perintah yang ada.



  • Bisakah Kita Flash Dual Rom yang Berbeda Pada Setiap Partisi Dan Dual Boot?
Terdapat sedikit masalah saat melakukan dual,jadi hal tersebut tidak disarankan.

  • Apakah Ponsel yang mempunyai skema partisi A / B berarti dapat mengurangi kapasitas penyimpanan memori? 
Google mengatakan bahwa perangkat yang sudah support atau telah mendukung Seamless Updates Cuma mengurangi sedikit ruang penyimpanan cuma beberapa ratus MB saja.Tetapi mempunyai manfaat yang jauh lebih besar.

  • Smartphone saya Support Partisi A/B, Itu Berarti Saya dapat memakai Project Treble Generic System Image?
Itu Belum tentu. Ponsel yang support Project Treble dan A / B tidak. Motorola Moto Z2 Force tidak mendukung Project Treble, Tetapi sudah support skema partisi A / B.

  • Smartphone Saya Support Project Treble, Apakah Itu berarti sudah bisa mempunyai Skema partisi A/B
Itu juga belum tentu,Contohnya saja Honor 9 Lite ponsel ini sudah mendukung Project Treble tetapi tidak memiliki skema partisi A / B.

  • Mengapa saya harus Boot ke TWRP dengan Fastboot terlebih dahulu lalu kemudian melakukan flashing?
Hal Ini disebabkan karena cara kerja fastboot dan juga beberapa fakta jika partisi recovery sudah tidak ada lagi. Recovery telah ditempatkan di dalam partisi boot, jadi kita harus melakukan memodifikasi terlebih dahulu baik itu boot_a dan boot_b. Kalian tidak dapat mempatch partisi pada fastboot, Cuma bisa mem-flashnya. Kamu juga bisa, secara teori, membuat Patched image boot yang sudah disiapkan lal kemudian mem-flashnya.

  • Apakah ada bahayanya jika ada fitur Partisi A/B bagaimana system dapat melindungi jika gagal update serta apakah bisa melakukan Downgrade dan melakukan Rollback?
Google saat ini sedang berusaha untuk memberikan fitur yang terbaiknya,Akan tetapi dalam kasus lain seperti Motorola Moto Z2 Force, Pada saat perangkat yang telah mengaktifkan kembali slot lama setelah melakukan upgrade ke Android Oreo. Maka hal tersbut fitur  perlindungan rollback sudah hilang, dan pemilik smartphone hanya bisa menyelamatkan smartphone mereka dengan pemulihan secara EDL. Google sendiri menyatakan jika perlindungan rollback cuma dapat dijalankan setelah boot pertama, jadi slot harus dipastikan sudah berfungsi penuh.Jadi saat melakukan update pengguna sudah tidak bisa lagi melakukan downgrade.

Baca Juga Nih

Komentar